Hidup itu hanya sebuah perjalanan
Dulu, ada seorang Kaisar yang mengatakan pada salah seorang penunggang kudanya, jika dia bisa naik kuda dan menjelajahi daerah seluas apapun, Kaisar akan memberikan kepadanya daerah seluas yang bisa dijelajahinya. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.
Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti karena dia ingin menguasai dataran seluas mungkin. Akhirnya, sampailah dia pada suatu tempat di mana cukup luas daerah telah berhasil dijelajahinya, dan dia menjadi begitu kelelahan dan hampir mati. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, "Mengapa aku memaksa diri begitu keras untuk menguasai daerah yang begitu luas? Sekarang aku sudah sekarat, dan aku hanya butuh tempat yang begitu kecil untuk menguburkan diriku sendiri."
Cerita ini mirip dengan perjalanan hidup kita. Kita memaksa diri begitu keras tiap hari untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri. Kita mengabaikan kesehatan kita, waktu kita bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan sekitar, hal-hal yang ingin kita lakukan, dan juga kehidupan rohani kita. Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tak mampu memutar
mundur waktu, atas semua yang tidak sempat kita lakukan. Maka, sempatkanlah untuk memikirkan barang sejenak apa yang akan kita lakukan apabila kita mati besok. Atau apa yang akan kita lakukan jika kita meninggal dalam waktu seminggu? Sebulan? Setahun? Sepuluh tahun? 40 tahun lagi? Bukankah suatu hal yang menyenangkan sekaligus menyeramkan mengetahui kapan kita akan
mati? Cuma yaitu--kita tidak tahu, kita semua tidak ada yang tahu... Jalanilah hidup yang seimbang - Belajarlah untuk menghormati dan menikmati kehidupan, dan yang terutama: Mengetahui apa yang TERPENTING dalam hidup ini.
Senin, 03 Juni 2013
Antara cinta dan Kesetiaan
Antara cinta dan Kesetiaan
Dalam melengkapi kehidupan
di dunia ini kita sangat butuh akan cinta dan kekasih
Dimana diperlukan Cinta
tanpa kesetiaan
Cinta lambat laun akan pudar
karena kesetiaan itu hilang dan sirna
Manusia hidup tak berarti
hidupnya tanpa hadirnya cinta dalam kehidupanya
Kelam hari harinya tiada
tempat mengadu tiada tempat tuk berbagi rasa suka ataupun duka
Maka bahagialah kalian yang
punya cinta
Cinta itu indah bak mata air
yang tak kunjung padam mengalirnya sama seperti dalam lingkup kehidupan
manusia, yang mulanya bayi menjadi dewasa dan perlu diingat, Yang Penting Cinta
Dan Kesetiaan!!! peace all love is very beautiful
Don't be pressurised into having sex
"Don't be pressurised into having sex"
I was 13 and I'd been going out with a guy for over a year. I felt important being around him because he was so popular and everyone fancied him. Then, on my 13th birthday, after already getting me hooked on cigarettes, my boyfriend said he had a surprise for me. His parents were away and he was holding a party at his house. When I got there, it was packed with people I didn't know, kissing and doing other stuff. At the centre of the room, a group of people with red, glazed eyes were sitting in front of a tall glass thing on the floor. It smelt awful! Then I saw my boyfriend. He was the worst. He was just sitting there like a rag doll.
A girl came up to me and told me they had all taken drugs and just to chill with them. I sat beside my boyfriend and he handed me a large cigarette, with cannabis in it. Stupidly I smoked it. At first I felt calm but then I started to panic. It was the worst experience of my life. Later, when I was feeling sick from smoking and drinking loads, my boyfriend took me to his room and I slept with him.
On Monday when we were back at school everyone was looking and laughing at me. They were shouting things like, 'mug' and 'slut'. I looked to my boyfriend for support as he usually sticks up for me but he was sitting with another girl from my class. She was on his lap and he had his hands up her skirt. She was the biggest slag in our school. He had obviously told people everything and I was so embarrassed. He had used me for sex and then gone off with another girl.
I'm writing this story for anyone who feels pressured by their boyfriend or girlfriend. Don't make the same mistake I did. People make you feel special at the time but sometimes it all gets chucked back in your face and you'll only end up humiliated, no matter how much you don't believe it now. Trust me, I should know!
Name withheld, 15, Carlisle
I was 13 and I'd been going out with a guy for over a year. I felt important being around him because he was so popular and everyone fancied him. Then, on my 13th birthday, after already getting me hooked on cigarettes, my boyfriend said he had a surprise for me. His parents were away and he was holding a party at his house. When I got there, it was packed with people I didn't know, kissing and doing other stuff. At the centre of the room, a group of people with red, glazed eyes were sitting in front of a tall glass thing on the floor. It smelt awful! Then I saw my boyfriend. He was the worst. He was just sitting there like a rag doll.
A girl came up to me and told me they had all taken drugs and just to chill with them. I sat beside my boyfriend and he handed me a large cigarette, with cannabis in it. Stupidly I smoked it. At first I felt calm but then I started to panic. It was the worst experience of my life. Later, when I was feeling sick from smoking and drinking loads, my boyfriend took me to his room and I slept with him.
On Monday when we were back at school everyone was looking and laughing at me. They were shouting things like, 'mug' and 'slut'. I looked to my boyfriend for support as he usually sticks up for me but he was sitting with another girl from my class. She was on his lap and he had his hands up her skirt. She was the biggest slag in our school. He had obviously told people everything and I was so embarrassed. He had used me for sex and then gone off with another girl.
I'm writing this story for anyone who feels pressured by their boyfriend or girlfriend. Don't make the same mistake I did. People make you feel special at the time but sometimes it all gets chucked back in your face and you'll only end up humiliated, no matter how much you don't believe it now. Trust me, I should know!
Name withheld, 15, Carlisle
Belajar Dari Keledai
Sesungguhnya rasa sedih atau gembira hanya kita yang bisa
mengaturnya..............sesuai dengan irama kehidupan.
Belajar Dari Keledai
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan
itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani
memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga
perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk
menolong si keledai.
Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka
membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke sumur.
Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia
menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena
si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan kedalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu,segala
macam tanah dan kotoran.
Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah
dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita ) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang,jangan pernah menyerah !
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !
Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Berharaplah lebih sedikit
6. Tersenyumlah
7. Miliki teman
Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku
meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.
mengaturnya..............sesuai dengan irama kehidupan.
Belajar Dari Keledai
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan
itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani
memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga
perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk
menolong si keledai.
Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka
membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke sumur.
Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia
menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena
si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan kedalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu,segala
macam tanah dan kotoran.
Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah
dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita ) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang,jangan pernah menyerah !
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !
Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Berharaplah lebih sedikit
6. Tersenyumlah
7. Miliki teman
Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku
meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.
Langganan:
Postingan (Atom)